minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

Part 4 Lovin’ you forever

Part 4 Lovin’ you forever

Main Cast :

Kwon Yuri

Choi Minho

Minnor cast:

Victoria

Sore ini, aku duduk duduk dibangku panjang di lobi SM.ent . aku menunggu Tiffany yang dari tadi belum kembali dari lantai 3.

“humm…… fany dimana ya?

Kok lama banget.

Udah pukul 4 lagi”

Gumamku terus sambil menatap jam di besar di dinding.

“Yuri……”

aku mendengar sebuah suara memanggilku dari arah lift.

Aku piker itu fany.

Ternyata tidak. Victoria onnie yang memanggilku.

“ne….. onnie. Dari mana?”

tanyaku sambil memeluk manja tangan victoria onnie

” dari lantai 3, ada yang dibicarakan dengan kontrak dengan MBC tentang acara We Got Married ”

Victoria onnie terus memegangi tasnya.

Sesekali ia memainkan gelang ditangannya.

”humm…. oya, Fany juga ada dilantai 3. apa onnie melihatnya?”

”AA….. ne… tadi tiffany pesan padaku

kalo kau pulang duluan saja, dia akan lama”

”mwo??? Aiisshhhh fany…….

huh arasho, aku pulang sendiri saja”

aku mengelas……. sambil menyiapkan tasku.

”umm…. kan suamimu ada disini….

sebentar lagi dia juga keluar.

Tadi dia ada dilantai 3. membicaraka kontrak mc di music core”

Victoria tersenyum senyum pada ku

“ ooo….. umm….

Sepertinya minho akan lama, aku pulang sendiri saja”

Humm entah mengapa, aku segan kalo pulang sama minho. Walaupun dia suamiku sendiri.

Ahhh……. sekarang dipikiranku, hanya cepat pulang.

Sebelum Minho selesai.

”Saeng, onnie duluan ya…. setengah jam lagi ada pemotretan.

Annyeong Yuri”

“ohh.. ne annyeong.”

aku berjalan malas ke pintu luar.

Tapi tetap saja langkahku cepat.

Ku lihat di luar gerimis.

hhh…….. aku pulang naik taxi saja.

Tapi,,,, itu bisa bahaya untuk seorang artis sepertiku.

Sopir perusahaan juga terlihat tidak ada.

Tapi, sepertinya aku melihat satu mobil yang bermerk SM.Ent dipaling ujung parker.

Walaupun gerimis, aku menuju kesana.

”annyeong ajushi, bisa tolong antarkan aku ke dorm?”

sopir itu hanya tersenyum dan menatap ke arah ban belakang mobil abu abu itu.

“mianhamnida…….. bannya bocor.

Aku tidak bias mengantarkanmu”

Tampang sopir itu terlihat lesu,

Aku juga tidak sampai hati memaksanya memperbaiki ban dengan cepat

Sesaat kemudian, mataku tertuju pada sebuah mobil jenis Sedan Hitam megah.

Itu mobilnya Manejer Super Junior.

“ oppa!!!!! Oppa!!!!!”

aku berteriak memanggil oppa, dan melambaikan tangan

tapi, sepertinya dia tidak melihatnya.

Aku segera mengejar mobil itu,

Ku percepat langkah kaki ku,

BUKKKK………

Aku terjatuh….

Kakiku terasa sakit

Kakiku telah kotor karena air hujan yang berwarna kecoklatan.

Kaki ku menjuntai dan kepala ku dibasahi oleh tetesan air hujan.

Tiba-tiba aku tidak merasakan air hujan itu lagi.

Seseorang telah memayungiku.

”yuri ah……… kwencanayo?”

dia memeriksa kakiku yang sempat tergelincir tadi

dia memeriksa tanagnku yang mulai dingin karena hujan

dia memegangi pipiku yang kedinginan.

”yuri ah……. kwencana????”

dia meninggikan suaranya, mengharapkan jawaban dariku

Dia mengguncang guncang bahuku.

Tapi, bibirku tidak bisa bicara.

Entah kenapa, aku hanya bisa menutup mataku.

Dan pingsan di pelukannya.

Minho POV

”yuri ah……. bangun bangun…….”

aku cemas sangat cemas.

Dia menutup matanya. Dan pingsan di pelukanku.

Tangannya dingin dan wajahnya dingin dan pucat pula.

Omo!!!!

Aku cemas sekali,

Istriku ini terlihat lemah dan tidak berdaya.

Sesegera mungkin aku menggendongnya ke Mobil

dan membawanya ke rumah sakit.

Tapi, Yuri tetap belum sadar, wajahnya tetap pucat.

Aku sangat cemas, melihatnya membuatku semakin tambah bersalah.

Aku tak mau terjadi apa apa dengannya.

Di rumah sakit……..

”CEPAT TOLONG ISTRIKU………..!!!!!!!!!!!

DOKTER~!!!!!!!!! PERAWAT~!!!!!!!!!!!!!!!

Semuanya!!!! Tolong istriku………”

Aku berteriak meminta agar yuri segera ditangani.

Aku tidak mempedulikan puluhan pasang mata yag melihatku di lobi rumah sakit itu.

Semuanya hanya diam, dan melihat, juga ada yang

Menjepret dengan kameranya.

” yuri ah………. Yuri ah……….

ayo cepat sadar”

aku terus memegangi tangan yuri yang sangat dingin itu.

Perawat pun membawa yuri ke ruang gawat darurat.

Aku tidak dibolehkan melangkah ke dalam.

Aku menunggu dengan jutaan perasaan sedih diluar.

”bagaimana keadaan istriku?”

Author POV

Minho berdiri menatap dinding ruangan tunggu itu.

Sesekali tangannya mengepal dan melekat di dinding.

Dia juga sesekali mengigit bibirnya.

Mengusap mukanya. Dan juga menggaruk kepalanya.

Hingga seorang dokter keluar dari ruangan.

” dia hanya kelelahan dan kedinginan,

mungkin karena terlalu sibuk dan kehujanan.

Aku harap dia bisa istirahat ntuk beberapa hari”

”apakah istriku sudah sadar??

Apa dia parah??

Apa terjadi sesuatu yang lain?”

Minho menyodorkan banyak pertanyaan kepada sang dokter

Dokter itu tertawa kecil,

Yang membuat minho bingung.

“dia baik baik saja……..

hanya perlu istirahat. Istrimu masih sedikit lemah

ayo kuatkan dia

hhahahhaha”

sang dokter tertawa sambil memukul kecil lengan minho

dan pergi meninggalkan minho yang menatap ke dalam ruangan tempat yuri terbaring.

”minho ah…….

mianheyo”

suara Yuri tampak dipaksakan, terdengar pelan dan kurang jelas

”aniyo…….. jangan banyak bicara dulu, kau masih lemah”

minho memegangi tangan yuri erat.

Dan terus menatap yuri dengan mata sayu

”ahh…. minho ah….. aku yang salah,

kau jadi repot begini.”

Yuri memanyunkan mulutnya dan merasa menyesal

Minho mendekatkan wajahnya ke arah muka yuri

” yuri ah… jangan buat aku cemas lagi.

Aku tak bisa melihat kau begini lagi,

Kau harus baik baik.”

Minho bicara dengan nada pelan.

”heheheee…… minho ah, jangan gitu ah”

yuri tertawa kecil

”mianhe…..”

minho mengucapkan kata itu

”aniyo……. aku yang harus bilang mianhe,

karena aku kau jadi cemas begini”

”aniyo…….. aku yang salah……..

kalau saja aku cepat, mungkin kau tidak akan terjatuh dan kehujanan seperti tadi.

Lagipula, sore itu perusahaan sangat sepi.

Tidak ada yang menolongmu”

Kepalan tangan minho melekat di kasur rumah sakt itu.

Yuri terdiam sejenak, lalu kembali bertaka

”gomawoyo…..minho”

minho tersenyum dan menggenggam tangan yuri makin erat.

+++++++++++

still author Pov

sudah tiga hari, Yuri istirahat dirumah.

Kebetulan jadwal snsd juga sedang tidak terlalu sibuk.

Neaga do saranghaeseo man deureoberin

Nae jalmosijyo

Nae maeummankeum narreur deo

Saranghage haji mot haesseotdeon geoyeotjyo

Nae jalmosijyo

Hape Yuri berdering,

Yuri mengangkatnya dan berbicara dengan seseorang gadis disana,

”ne……. taeyeonie”

”annyeong”

”ahh aniyo….. aku sudah baik baik saja”

”kau sudah 4 kali menjengukku sejak dirumah sakit kemarin”

”ahh ne……. ”

”minho?”

”dia ada dirumah, sepertinya sedang nonton tv”

”baik leader…….. tidak ada masalah diantara kami saat ini”

” mollayo…. aku tak tahu juga”

”serius….. molla taeyonie”

”humm……. aku akan terus berusaha mencintainya sebagai suamiku

karena itu adalah janjiku pada pastor.

Aku tak tahu apakah dia juga begitu padaku”

” biarlah tuhan yang mengatur semuanya”

”hehehhheee……. ne, leader grup.”

”hei aku leader dance, jadi jangan bangga dulu”

“hahahha…. Ne, annyeong”

Yuri tidak sadar kalau Minho berdiri di belakang pintu kamar, mendengar percakapan telepon yuri dan taeyeon tadi,

Minho tersenyum,

Tatapannya menerawang ke arah sebotol susu yang dipegangnya kedua belah tangannya.

Beberapa saat kemudian,

Ia masuk kekamar,

”yuri ah……. minum susu dulu.’

“ne…. gaomawo”

“ayo…. Cepat habiskan,

aku akan mengajakmu jalan jalan hari ini”

minho menyipitkan kedua matanya

”kemana????”

jawab yuri senang

”secret……… hahahah

ayo… cepat,,, habiskan susunya dan bersiap siap.”

Minho menggosok kelapa yuri yang tampak senang

Dan keluar mengambil kunci mobilnya

++++++++

”bukit ini indah sekali………..”

yuri manutup mata dan merasakan udara bukit di daerah pariwisata di luar kota itu”

”nun i bu syeo sseot jyo

a reum da wot deon nal”

minho melebarkan tangannya kearah tepi bukit

”udaranya juga sejuk, seperti sebuah kedamaian”

tatapan yuri menerawang ke arah kota yang keliatan dari bukit.

” kau benar…….”

minho tersenyum kecil.

Mereka tampak menikmati suasana indah di bukit itu.

Minho sesaat menatap ke arah yuri yang memejamkan matanya untuk fokus pada udara sejuk disana.

” dia wanita yang baik, terlalu baik untuk aku sakiti.

Menikah dengannya tanpa cinta

Telah melukai hatinya

Apakah aku telah mencintainya?

Senyumnya membuatku damai,

Keluhannya membuatku takut ia akan pergi dariku”

Minho menguraikan pikirannya…..

Terus memandang wajah yuri

Hingga yuri mulai berkata

”aku ingin selalu hidup seperti rumput disini, terlihat sejuk, damai,

dan asri.

Mereka sangat beruntung”

Yuri menjongkokkan badannya dan membelai beberapa rumput disekitarnya

”aku juga…….”

minho meniru kan hal yang dilakukan istrinya itu.

++++++++

”baiklah….. humm pulang….”

yuri memasang sabuk pengamannya

minho melajukan mobil dengan laju sedang.

Musik “no other” super junior pun melantun di mobil itu

Dan juga diikuti dengan lagu lagu lainnya.

Hingga disebuah perempatan jalan, minho menghentikan mobilnya.

Ia keluar mobil dan berdiri dipingir jalan.

“aku beli di ujung seberang sana saja”

yuri pun melintasi jalan raya yang lebar

untuk membeli air mineral

pandangan minho beralih menatap beberapa anak kecil bermain main di depan sebuah toko,

mereka membawa yoyo dan memainkannya dengan gembiranya

senyuman minho pun melebar……….. menatap kedua anak itu

hingga……..

BUKKKK……………… BRGGGG……….

AAAAAAAAA………..

”YURI!!!!!!!!!!”

minho berlari ke arah sumber suara

beberapa orang yang ada disekitar tempat itu berlari ke arah sumber suara

Mobil itu pergi melaju kencang meninggalkan tubuh Yuri yang terkapar di tepi jalan.

Kepalanya berdarah.

Yuri masih sadar.

”YURI AH….. YURI AH……..

TAHAN TAHAN….. AKU AKAN CARI DOKTER”

Minho memeluk tubuh yuri yang sangat lemah

”min…….ho….hhh”

yuri tidak sadarkan diri lagi.

”YUURRII…………………………..!!!!!!!!!”

napas minho sesak menguncang guncang tubuh yuri yang lemas dengan mata terpejam itu.

tbc

Single Post Navigation

2 thoughts on “Part 4 Lovin’ you forever

  1. ooohhhh tidakkk mungkkiinn YURI (*alay mode on*)
    next chap. *mencaricari*

  2. yahh yurinya msuk rmh sakit lg??? hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: