minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

Part 8 Because of LOVE…. + END

Part 8 Because of LOVE…. + END

Cast :

Choi minho

Eunhyuk / Lee hyuk jae

Kwon yuri

Yoona

Kim Taeyeon

Victoria

“MWO???? Ya! Minho. Apa yang kau lakukan.?”

Victoria yang tampaknya semakin mengerti dengan situasi

Kaget atas hal yang telah dilakukan oleh. Keponakannya.

“aku telah menyakiti hati putrinya.

Sekarang lee hyuk jae sangat hancur.

Siapa yang mulai duluan, dia.

Dia yang telah menggoda amma, hingga amma dan appa bercerai”

Victoria semakin gelisah.

“ya, minho kau salah. Kau tak tau apa apa”

Ucapan victoria membuat , minho menjadi penasaran.

“dulu, taeyeon onnie mengidap penyakit yang sangat parah.

Ginjalnya harus diangkat. Jika tidak, nyawanya tidak akan bisa diselamatkan.

Appamu tidak tau apa apa soal ini, karena ia terlalu sibuk dengan kerjanya

Di china.

Dan kami juga tidak mendapatkan satu pun donor ginjal yang cocok untuk

Taeyeon onnie.

Akhirnya, lee hyuk jae datang dan mendonorkan ginjalnya pada taeyeon onnie.

Operasipun berjalan lancar.

Tapi sayangnya, tayeon onnie tidak punya biaya untuk membayar 3kali operasi yang dilakukan untuk memperbaiki ginjalnya yang parah itu.

Tidak mungkin bilang semuanya pada appamu yang terlalu sibuk.

Lee hyuk jae lah yang membiayai semua ini.

Hingga akhirnya, appa mu tau mengenai semua ini.

Sayangnya, penerimaan appa mu berbeda.

Ia marah, dan membenci lee hyuk jae.

Dia pikir lee hyuk jae lah yang menggoda ammamu selama ia di china.

Padahal, lee hyuk jae lah yang selalu mengantarkan amma mu kedokter untuk periksa kesehatan.

Hingga perceraian pun terjadi.

Amma mu meninggal, dan appamu juga menyusul beberapa tahun kemudian.”

Victoria menceritakan semuanya.

Minho terpaku, dan tak percaya dengan kenyataan yang sebenarnya.

“wae waeyo? Dia sebaik itu?”

Aku masih tak bisa menerimanya. Apa alasannya kenapa

Lee hyuk jae sebaik itu pada amma ku.

“hanya satu alasan, cinta”

“mwo?”

“dia bilang, kalau sudah cinta mau apa lagi”

“dia bodoh…”

Aku mulai mencerna semuanya.

“ammamu adalah cinta pertamanya saat smp.

Sayangnya amma mu lebih memilih hangeng untuk menjadi suaminya saat

Ia telah dewasa.

Tapi, eunhyuk tetap tegar. Dia bilang, cinta tak harus memiliki.

Setidaknya, dia telah menemukan cintanya pada ibumu”

Aku terdiam.

Aku merasa bersalah,

Yuri….

Flashback

“waeyo? Kenapa kau tidak marah padaku? Kenapa kau tidak dendam padaku?”

“karena….. aku mencintaimu”

“hanya cinta? Hanya itu alasanmu?”

“apalagi?? Sekali cinta tetap cinta.

Mau apalagi, aku sudah terlanjur cinta.

Terima saja”

Flashback end

Kenapa aku menyakitinya…..

Aku benar benar mencintainya. Dendam yang salah ini, membuat aku menyakiti gadis yang aku cintai.

Aku hanya peduli pada dendam

Sedangkan yuri hanya mengutamaakan cinta.

Aku dirasuki setan dendam tak jelas.

Ku rebahkan badanku di kasur, yang terasa seperti duri bagiku.

Apa yang telah kulakukan pada yuri, semuanya menjadi duri bagi

Kehidupanku sendiri.

Hapeku berdering,

“yoboseyo?”

“chagi…. kau kenapa..”

Aku memutus ucapan yoona diujung telepon sana

“kita putus”

Aku melempar hapeku ke dinding kamarku yang keras.

Dinding batu itu pun, membuat batang tubuh hapeku menjadi pecahan yang yang tak berguna bagaikan ronsokan.

Sama seperti aku, yang bagaikan ronsokan ini apalagi dimata yuri.

Aku merasa tidak berharga lagi.

Tak ada gunanya aku hidup.

Tapi, pikiranku pun cepat berubah.

Ku ambil jacket hitamku yang tergantung di samping lemari pakaian.

Ku berlari menelusuri gerimis malam yang dingin kota seoul itu.

========

Yuri pov

“appa…. kau bodoh sekali”

Ucap yuri setelah selesai mendengar penjelasan appanya tentang

Semua masa lalunya.

“kau juga bodoh. Kenapa mau disakiti oleh choi minho dan

Menahannya”

Eunhyuk juga tidak mau kalah.

“appa yang salah,kenapa mengajarkanku jadi orang bodoh seperti appa.

Yuri memanyunkan bibirnya.”

Tawa kembali terselip diantara perbincangan mereka.

“tapi, appa tetap merasa bahagia.

Setidaknya cinta yang membuat kau menemaniku.

Punya putri yang yeppo, dan baik hati sepertimu membuatku senang”

Eunhyuk mengusap rambut yuri.

“appa….. aku sayang appa….

Walaupun minho menyakitiku, tapi aku masih punya appa yang selalu

Menyayangiku.

Aku sudah beruntung, sangat beruntung”

Kopi hangat menemani perbincangan mereka malam itu, hingga……

Aku mendengar suara yang memanggil manggil namaku.

“yuri!!!!!!! Yuri!!!!!!!”

Berulang ulang.

Itu suara minho.

Aku dan appa menuju pintu masuk depan.

Aku melihat minho berdiri kehujanan dibalik pagar besi. Rumahku.

Dia hanya memakai sebuah jacket. Dan aku yain, tubuhnya menggigil karena hujan gerimis yang mulai menjadi hujan lebat itu.

Ku lihat appa hanya diam. Tak masuk kembali ke rumah.

Sedikit ia berkata,

“mungkin dia sudah mengetahui kebenarannya.

Semua terserah kau yuri….

Hanya hatimu yang dapat memilih”

Appa masuk rumah dan aku sekarang sendirian berdiri di depan pintu beranda.

Kulihat minho terus berteriak memanggil namaku.

Jarak kami, sekitar 15 meter.

Aku dapat melihat wajahnya dengan jelas.

Menatapnya….. hingga minho mulai bicara sesuatu.

“yuri…. mianhe, aku salah paham.

Semuanya salahku. Aku telah dirasuki oleh dendam yang salah.

Semuanya salah.”

Dia mulai berbicara denagn tangan menggenggam erat pagar besiku.

Aku tak tau mau merespon apa. Aku hanya diam, menatapnya

“yuri….ah….. saranghaeyo…….

Aku tak bisa kehilanganmu.

Selama ini, aku pacaran dengan yoona agar kau marah dan

Aku bisa menyakitimu.

Mianhe mianhe….”

Ia memulai untuk kedua kalinya.

Aku tetap diam. Menatapnya.

“yuri….. jika kau tak bisa memaafkanku, sudah tak apa.

Memang aku tak pantas untuk dimaafkan.

Asal kau ketahui,

Sekarang, aku yang sakit. Aku yang sakit karena cintamu. Cintamu membuat aku gila.

Aku mencintaimu yuri, aku sakit karena aku telah menyakiti cintaku sendiri.”

Suara nya melemah, sepertinya dia sudah tak kuat lagi untuk berdiri dibawah hujan lebat kota seoul ini.

Suaranya sudah mulai berubah, entah benar karena ia mulai menangis entah, karena badannya menggigil karena kedinginan.

………………

Tak tahu harus apa lagi, aku masuk ke dalam rumah ku.

Aku mendengar ia memanggil namaku berulang kali,

Berharap aku tak pergi.

==

Minho masih diluar berdiri mematung dibawah hujan lebat.

Aku pun berlari keluar,

Membawa payung segera dan terlambat.

Minho telah tergeletak di balik pagar.

Badannya dingin. Tapi, mungkin masih stengah sadar.

“ya… minho,,,,, bangun jangan mati.”

Aku berusaha membangunkannya.

Dan dia bangun.

dia memelukku………

“saranghaeyo….. mianhe, yeppo….”

Pelukannya erat. Aku yakin itu tulus.

Pipinya semakin pucat.

“wae waeyo minho??? Kenapa kau hujan hujan begini?

Kau bisa sakit”

Air mataku mengalir dan terbaur dengan air hujan yang deras.

Minho semakin mengeratkan pelukannya.

“hanya satu alasan, karena cinta.

Jadi mau apa lagi”

Aku melihat matanya tulus, bersinar.

Aku melihat sesuatu yang baru dari dirinya.

Lebih tulus dari yang sebelumnya aku lihat.

“terima saja, karena aku mencintaimu”

Dinginnya hujan malam itu, terasa hangat bagiku kami berdua.

“cuup……”

Sebuah ciuman lembut………

Ditengah hujan malam itu.

Ya, semua karena cinta. Mau apalagi……….

The end

===================

Ya….. udah selesai deh ff ini,

Mian ya, kalo agak sad dikit. Tapi,

Author lagi seneng seneng ama yang romance romance gitu……

Jangan lupa koment,

Alasan author ya….. karena CINTA ama reader. Yah mau apa lagi.

Single Post Navigation

4 thoughts on “Part 8 Because of LOVE…. + END

  1. Minho romantis abis.
    Minyul minyul!

  2. Sumpah ni ff MINYUL terkeren yang pernah kubaca selama ini. Akhirnya si Minho sadar !!!
    GOOD JOB AUTHOR !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: