minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

She’s my bestfriend Part 2

She’s my bestfriend
Part 2
Sequel


Jessica jung
Choi minho
Kwon yuri
Krystal jung
Taeyeon
Sunny

Yuri pov
“minho… ini masih jam 5 pagi”
Yuri keluar dari selimut dan menuju balkon lantai dua.
Ia merasa tidak enak telponan sama minho ketika yoona masih tidur.
“ne arasho…chagi. aku hanya tidak bisa tidur.
Aku tidak enak memikirkan gosip taeyang hyung menyukaimu”
Yuri tersenyum sejenak.
“kau cemburukan? Hahahha, dia sudah bilang padaku”
Sambung yuri.
“mwo dia bilang apa? Apa dia menyatakan perasaannya padamu? Ya, chagi, “
Suara di telpon itu dipotong oleh yuri.
“chagiya………… taeyang oppa hanya bilang.
Dia ngefans sama aku. Dia sangat menyukaiku. Tapi, dia sudah tahu dari gosip gosip kalau aku sudah menjadi yeojachingumu. Hehheee….. dia percaya pada gosip itu. waktu dia tanya, aku hanya tersenyum saja.
Tenanglah… kami hanya chingu. Sama seperti aku dan seungri oppa.”
Suara dari ponsel itu kembali terdengar.
“seungri juga naksir kamu. Dia muji kamu mulu.
Pake acara foto foto di kampus lagi. Pamer”
Jelas suara minho cemburu berat.
“hanya chingu. Kau tahu, dia duduk disampingku. Dan berteriak pada semua orang dikelas.
Hei… ini artis seungri bigbang yang tampan dan yuri snsd yang cantik, sekarang gratis foto-foto….”
Yuri menirukan suara seungri, minho tertawa….
“chagi… saranghaeyo…”
Yuri terhenti dari cerita tentang kampusnya. Dan tersenyum sendiri saat suara dari ponsel itu berkata demikian.
“nado chagi….”
Yuri menutup telepon dan kembali ke kamar.
Ia tersentak kaget, melihat seorang yeoja berdiri dipintu balkon dengan tangan melipat di bawah dada.
“minho kah?”
Tanya yeoja itu dingin.
“ne, sica…… hehe, kau belum tidur? Atau cepat bangun?”
Ucap yuri saat melirik sebentar ke arah jam di dinding. Yang menunjukkan pukul setengah enam pagi.
“aku terbangun saja, mendengar ada yang membuka pintu.
Aku langsung keluar dan melihat kau sedang menelpon”
Jessica duduk di meja makan, mengikuti yuri.
“mau susu?” tanya yuri.
“ani” jessica hanya mengambil air putih dari kulkas.
Ia kembali duduk dikursinya
“yuri…….. aku mau cerita sedikit tentang minho”
Sica mulai tampak serius, dia menggigit bibirnya dnegan gigi atasnya.
Yuri menatapnya heran dan duduk dikursinya, serius mendengarkan cerita yang akan diceritakan sica.
“mwo? Sepertinya serius sekali”
“minho tampak dekat dengan krystal”
Ucap jessica ragu
“oh…”
Yuri tidak terkejut, ia tau yeoja itu menyukai minho. tapi ia menyembunyikan rasa tidak enaknya bicara soal ini.
“mianhe…yuri… aku tidak bermaksud memihak dongsaengku ataupun kau.
Tapi, minho benar benar sering bermain dibelakangmu.
Aku tidak mau temanku disakiti. Karena itu, aku harus bilang padamu.
Yuri….. krystal belum tahu kalian pacaran. Hanya beberapa orang diantara kita saja yang tahu itu”
Sica berhenti bicara.
“mungkin minho hanya menganggap krystal sebagai dongsaengnya saja”
Yuri memutar mutar gelas susu didepannya.
“ani…. merayu krystal saat di pattaya. Dan krystal percaya itu. krystal yang cerita semuanya padaku, setelah kembali dari sana. Belum itu saja, dia sering menelpon krystal.
Yuri…. ottoke, aku tidak mau kau temanku tersakiti.
Walau bagaimanapun aku harus memberi tahumu soal ini.
Terserah kau mau marah atau tidak padaku.
Tapi, aku mengatakan ini untuk kebaikanmu. Aku tidak mau kau kecewa.
Aku juga tidak mau, adikku patah hati”
Jessica kembali berhenti bicara, dan melihat ekspresi yuri.
Yuri hanya menunduk dan menghela napas panjang.
“jinja?”
Ia mulai mengeluarkan sebuah kata.
“kapan aku pernah bohong padamu?
Kau sahabatku yul. Kau telah mengenalku lebih dari 10tahun”
##
Yuri pov
Kepala ku sakit sekali hari ini. Mungkin karena memikirkan kata sica.
Ah… aku tak menyalahkan siapa –siapa dulu. Aku hanya mengikuti nya saja.
Kebenaran akan terungkap dengan sendirinya.
Aku menyusuri koridor lantai dua sm.ent. sesekali aku menoleh pada jam tanganku dan ponsel.
Aku sedang menunggu telepon dari umma yang kabarnya sedang di jepang.
Langkah kakiku, melambata dan akhirnya berhenti.
Aku tak mengeluarkan ekspresi apa-apa, hanya menatap lurus ke depan. Menatap mereka.
Aku menatap minho memasangkan kalung berliontin besar berwarna putih. Sangat indah,
Aku tau itu mahal sekali, dan………
Ah…. minho? Namjachinguku memberi krystal kalung dan measangkankannya dilehernya.
Aku dengan jelas mendengar.
“oppa….. gomawo…”
Krystal tampak senang sambil menatap kalungnya dan wajah namjachinguku bergantian.
Bibirnya tersenyum manja.
Minho tertawa kecil, seraya berkata
“kau sangat pantas memakia kalung yang indah ini”
“ahh… jinja??? Aku akan memakainya lagi saat pesta makan malam bersama minggu depan”
Minho terlihat hanya mengangguk, dan pergi membalik meninggalkan yeoja berkalung itu sendirian.
Krystal tampak bahagia sekali. Ia masih memegangi kalungnya. Dan tersenyum-senyum sendiri.

Aku hanya terdiam. Ya…. aku sadar sesuatu.
“playboy….” gumamku pelan.
Aku membalikkan badan, beberapa langkah seorang yeoja membuat langkahku berhenti. Sica??
Ia memegangi lenganku dan berkata pelan.
“kau lihat?? Aku tak tau, minho maunya apa. Dia mau menyakiti adikku, atau sahabatku?
Yul….. ottoke?”
Yeoja itu, terliat cemas. Tapi tetap matanya masih dingin. Ya, tatapannya.
Aku tak bicara sdikitpun. Hingga aku duduk di kursi yang ada di koridor itu.
Aku menagis, sedikit! Hanya sedikit. Hanya beberapa tetes.
Aku menghapus air mataku setelah menyadari,
“wae? Kenapa aku harus menagisinya? Seharusnya aku senang telah tau belangnya”
Ucapku lirih.
Sica duduk di sampingku. Ia memelukku.
“lupakan dia…. masih banyak namja lain yang menunggu mu.
Yuri ah… kau cantik, artis, terkenal, kau punya segalanya. Sangat bodoh lelaki yang mau menyakitimu… seperti……”
Aku memotong perbicaraan sica.
“aku mau pulang ke dorm”
Kakiku mulai melangkah ke luar gedung dan pulang menuju dorm.
Aku sudah menghapus air mataku. Saat di pintu masuk, aku teringat sesuatu.
Cincin. Namja jahat itu memberiku cincin ini.
Aku melepaskannya dari tanganku.
Sesaat aku ingin melemparnya. Tapi, hatiku berkata lain.
Aku berjalan ke arah taman kecil disamping gedung.
Ku gali lobang sebesar telapak tangan dengan ranting pohon yang kutemukan di sana.
Ku kubur cincin itu. dan air mataku menets lagi. Tapi Cuma 1tetes. Ku pastikan itu.
Tidak ada apa-apa lagi diantara kita.
Jessica pov
Perjalanan ke bali kemarin sangat menyenangkan.
Aku membelikan sebuah kalung berliontin giok putik yang lumayan langka kalau di korea untuk krystal. Pagi itu aku menyerahkannya padanya. Dongsaengku itu, senang sekali tentunya.
“onnie… tolong pasangkan ke leherku. Ayo bantu aku…”
Ia bertingkah manja.
Sesaat aku melihat minho duduk di koridor sm.ent. aku tau ia menunggu yuri yang sedang latihan.
Ku arahkan mataku pada krystal.
Seolah menyuruhnya sesuatu. Dan ia langsung tersenyum mengerti maksudku.
Entah apa bujuk rayunya. Minho mau memasangkan kalung itu.
Aku sadar, yuri yang baru keluar melihat itu semua. Ia cemburu.
Memskipun hanya diam dan tidak menangis ataupun menunjukkan amarahnya. Tapi aku tau kalau yeoja yang berdiri di ujung koridor itu sangat sangat marah. Ia cemburu. Hatinya tercabik-cabik.
Aku menemuinya. Dan mempengaruhinya. Dan dia percaya padaku.
“wae? Kenapa aku harus menagisinya? Seharusnya aku senang telah tau belangnya”
Aku mendengar ia mengucapkan hal itu setelah menghapus kasar air matanya.
Aku memeluk tubuhnya yang dingin. Seperti es.
Senyum kecilku menghiasi bibirku. Seolah hampir selesai tugasku.
Tidak ini bukan tugas. Tapi,….. ah entahlah, yang penting aku menikmati hancurnya hubungan mereka.
Aku menatapnya berjalan seperti mayat hidup. Ia pergi pulang ke dorm.
Aku merasa lega. Lega sekali.
TBC
Ini part duanya/ jangan lupa……
Coment ama likenya…… hargaiin dung, karya author.
Walaupun jelek teteap aja, RCL…..
Dan, kalau ada yang kurang berkenan. Kritik aja, atau mau saran juga boleh…
DITERIMA KOK…………..

Single Post Navigation

4 thoughts on “She’s my bestfriend Part 2

  1. minyul shipper on said:

    ihhhhhhhhhh Jessica nyebelin bangettt !!!!!!
    kesel keselllll !!!!!!!
    Chingu tak berguna !!
    huh😛

  2. Poor MinYul😦
    terpengaruh keluarga Jung.

  3. jessica nya ko gtu??😥

  4. kasian MinYul😦
    Jess nya gitu amaat >< lega apaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: