minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

Roma i love her part 4

Roma i love her part 4
sekuel

Genre : romance
Main cast :
Choi minho
Kwon yuri
Lee donghae
Supporting cast:
Han Eunjung

“Buonanotte…!!!(selamat malam) Minho, Donghae”. Suara Eunjung ajumma menyambut kedatangan kami. ia terlihat sangat bahagia. Dengan semangatnya Eunjung ajumma menjabat tangan Donghae.
##
“melihat kalian berdua, ajumma jadi ingat dengan putra kembarku Kwangmin dan Youngmin.
haah,,,,, andai saja mereka tidak pindah ke Paris. Pasti mereka sudah makan disini bersamaku”
gumam Eunjung ajumma
“per favore(tolong maafkan saya) ajumma…. kami jadi tidak enak”
Minho memanyunkan bibirnya sambil menyuap makanan khas korea buatan Eunjung ajumma.
“ah… aniyo… bukan itu maksudku. aku sangat senang kalian disini.
jadi pengganti anakku yang kembar itu. Minho, kau sudah ku anggap jadi anakku sendiri.
Dan juga Donghae, aku dulu pernah merawatmu waktu kecil, yah walaupun Cuma 3bulan, tapi aku sudah menganggapmu jadi anak ku”
ungkap Eunjung Ajumma.
“heheheee…. ajumma, kami merasa punya orangtua disini. kami senang sekali”
ucap Minho sambil menyuap sesendok besar nasi.
“ya… makan pelan-pelan”
donghae mengingatkan Minho yang sepertinya lepas kendali saat makan makanan khas korea yang sangat disukainya itu.
“hahahha… oya Minho, kau sudah mengenalkan pada hyung mu ini kan? tentang yeojachingumu itu?”
tiba-tiba Eunjung ajumma mengganti topik pembicaraan.
“ne, tadi aku dan dia menjemput donghae hyung di bandara”
jelas minho.
“umm, dia cantik, juga mandiri. Bisa tinggal di Italia sendiri.
tidak banyak lo orang Korea yang tinggal disini. oya, kalau tidak salah namanya Han Yuri? eh Kang Yur…” Eunjung ajumma terlihat berusaha mengingat nama Yuri.
“KWON YURI”
ucap Donghae jelas. Sikapnya tak acuh, seolah itu bukan nama asing lagi baginya.
Eunjung dan Minho menyadari hal itu.
sejenak Donghae menyadari ucapannya barusan. ia berusaha meralat.
“Nama Kwon Yuri gampang di ingat. Karena aku juga punya teman namanya Kwon Minmi.
marga Kwon mirip-mirip ya?”
Donghae mencari alasan, meskipun itu tidak kuat.
namun berhasil mengganti topik pembicaraan mereka bertiga malam itu.
“bagaimana dengan marga Choi? mereka terkenal tampan-tampan dan tinggi-tinggi.
hahahha” Minho mulai tertarik dengan pembicaraan marga itu.
##
“hyung, aku hari ini tidak bisa menemanimu jalan-jalan. Mianhe,
Aku harus ke suatu Perusahaan teman Umma di Milan”.
minho merapikan dasinya. ia terlihat rapi dengan stelan jas warna hitam dan dasi silver itu.
“perusahaan apa?”
donghae merapikan letak bantal tangannya.
“Aku dengar Perusahaan Sepatu. Sangat terkenal di Milan kabarnya”
jelas minho.
“orang Korea juga?” tanya Donghae.
“Aniyo… dia Orang asli Italia. Dulu, ia pernah tinggal di Korea saat Muda. Umma memintaku untuk menemuinya hari ini. semoga saja aku bisa diterima bekerja disana”
Minho membalikkan tubuhnya dan menatap donghae dengan tatapan ceria.
namun donghae menyipitkan matanya, ada satu pertanyaan
“Kau serius mau menetap disini?”
donghae akhirnya melontarkan pertanyaan itu juga.
“ne… aku ingin hidup disini. dengan Yuri. keputusanku sudah bulat”
deeeg…. panas. Hati donghae terasa panas.
tangannya mengepal membentuk tinju. seolah akan melayangkannya ke wajah Minho.
Namun ia masih sadar untuk tidak melakukan hal itu.
“Umma mu sudah tau?”
tanyanya berusaha tenang.
“umma hanya tau kalau aku akan menetap di Roma. tapi, ia belum tau mengenai Yuri.
Yuri sendiri yang memintanya untuk tidak memberi tahu Umma dulu.
dia masih malu-malu untuk masalah perkenalan keluarga. hahah”
Minho dengan cerianya, berjalan keluar kamar.
“hyung, sekali lagi mian. aku tidak bisa menemanimu hari ini”
ucap minho lagi.
“ kwencana!! hati-hati ya!”
donghae merebahkan tubuhnya di Sofa.
tiba-tiba suara langkah kaki terdengar di Pintu.
“mwo? kau tidak jadi berangkat?”
tanya donghae saat menyadari Minho kembali berdiri di depan pintu kamar.
“ahh… aku ingat sesuatu. karena aku tidak bisa menemanimu.
ini, ku berikan nomor hape Yuri. Setidaknya rasa cemasku berkurang,
hahha aku takut kau tersesat di kota ini”
selesai memberi nomor hape Yuri.
minho pun berangkat.

“ ini, mungkin waktunya. aku merindukanmu Yuri. kau tidak tau betapa sakitnya aku saat kau pergi.”
gumam donghae saat menatap nomor hape Yuri di ponselnya.
##
Hari ini lambour metropolis terlihat sepi. tidak sesibuk biasanya. mungkin karena ini akhir bulan.
banyak orang sedang berhemat saat ini.
Yuri terduduk lemas di kursi Kerjanya. banyak hal yang menggerogoti pikirannya saat ini.
Bagaimana orang yang di cintainya di masa lalu kembali lagi padanya saat ini.
bagaimana dnegan status donghae dan minho sebagai saudara. dan Yuri sebagai Yeojachigunya minho.
dan sejujurnya dia dan Donghae tidak pernah putus sebelumnya.
ini sangat berat.
“sudah sejauh ini aku lari…. kenapa dia menemukanku?”
Yuri mendesah. sesaat kemudian lamunan yuri buyar mendengar ketokan pintu.
“masuk!” ucap Yuri.
Yuri menatap langkah kaki namja yang masuk ke ruangannya itu.
yuri kembali kaku dan tidak bergerak. apalagi mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.
Yuri menundukkan pandangannya.
“aku tadi ingin meneleponmu. tapi, aku rasa sebaiknya aku langsung kesini saja”
donghae melangkah lebih dekat ke arah Yuri.
“kau tidak menyuruhku duduk? blackpearl?”
ucapan minho barusan membuat jangtung Yuri berdetak tak menentu.
ia berusaha menenangkan pikirannya dengan duduk di kursi kerjanya.
ia sadar donghae menunggu jawabannya.
“duduklah” jawab Yuri pendek.
##
setelah terjadi keheningan beberapa saat.
donghae mulai bicara.
“minho pergi ke perusahaan teman ummanya di Milan tadi pagi. dia tidak bisa menemaniku jalan-jalan. minho memberi nomor hapemu dan mungkin kau bisa menemaniku? untuk… jalan-jalan?”
senyum yang mengembang di bibir donghae tidak dibalas oleh Yuri.
“aniyo. aku tidak bisa”
jawaban ini sudah diduga sebelumnya oleh donghae.
“kau tak punya jadwal kan hari ini? lagi pula, aku tidak tau apa-apa tentang kota ini.
apa kau mau melihatku…. tersesat?”
donghae berusaha membujuk Yuri.
dan itu tidak sia-sia. walaupun dengan wajah memelas, Yuri memberi anggukan tanda “iya”
kepada donghae.
##
donghae tampak memfoto pemandangan di sekitar menara Pisa.
sedangkan Yuri hanya duduk di bangku taman yang menghadap ke arah menara itu.
Yuri hanya melamun tertunduk menatap tanah.
“pemandaangan yang bagus”
donghae duduk di samping yuri sambil menata letak kameranya.
tak ada respon dari Yuri.
“kau marah padaku?”
suara donghae membuat tubuh yuri kaku.
ia tak menjawab, hanya mendengarkan perkataan dari mulut donghae.
“ umma menjodohkan aku dengan Yoona. Dan kau tahu, aku tak mencintainya sedikitpun.
hatiku ini, tak bisa diisi begitu saja olehnya. karena, dihatiku sudah ada seseorang.
seseorang bernama Kwon Yuri.
namun, tiba-tiba ia hilang dari Korea. aku mencarinya setahun lebih.
namun, tak ketemu juga.
sepertinya jalan Tuhan, yang membawaku kesini.
menemuimu lagi. Yuri, saranghaeyo…
aku tak bisa hidup tanpamu, my blackpearl.”
cerita panjang dan suara lirih donghae pun berhenti.
namja itu mencoba menghela napasnya yang sesak saat bicara tadi.
mulut yuri dan diam tadi, kini mulai bicara.
“kau tidak tau, betapa sakitnya aku.
kau pergi begitu saja. undangan pertunanganmu menyebar begitu saja.
aku sakit” Yuri memegang dada kirinya.
yuri meneteskan air matanya yang bening.
“mianhe” ucap donghae mencoba menyeka air mata itu.
“tapi, sebelumnya aku merasa tenang. hidup jauh darimu.
dan bertemu Minho”
ucap yuri yang mulai terlihat lega.
mendengar nama minho. donghae beralih menatap Yuri.
“dia membawa cahaya dalam hidupku yang suram.
mianhe oppa. jujur, walaupun aku masih menyimpan cinta untuk mu.
namun, minho telah merebut separuh hatiku”
yuri mulai berdiri dari kursi taman itu.
“kalau begitu, bolehkah aku merebut seluruh hatimu? lagi? seperti dulu?”
donghae menatap Yuri pasti.
Yuri mengerutkan dahinya.
“semua keputusan ditanganmu. aku atau minho, itu terserah hatimu.
aku hanya ingin membuktikan, kalau aku tidak berubah padamu.
sama seperti dulu.”
ucap donghae sambil berdiri tegap disamping yuri.
“oppa, andai kau tau. aku masih mencintaimu. mungkin sama seperti dulu. namun, minho. aku juga mencintainya. mianhe, aku mencintai kalian berdua. aku tak tau harus memilih siapa”
gumam Yuri dalam hati, saat ia berjalan pulang menyusuri trotoar
jalan menuju lambour metropolis.
TBC
donghae sang Cinta lama???? atau Minho namja yang baru dikenalnya?????
kelanjutannya
rahasia Tuhan. Rahasia author
hei hei hei…..
suka kah sama ff yang ini? aku memakai kota Roma, Italia
sebenernya mau ganti suasana aja. moga reader suka.
happy reading…
jangan lupa Koment, kritik dll…..

Single Post Navigation

16 thoughts on “Roma i love her part 4

  1. choiranny on said:

    ceritanya bagus onnie.
    di tunggu ya chapter slanjutnya.
    aku berharap ending nya yuri tetap bersama minho.🙂
    gomawo

  2. Jeni_Jenay on said:

    sukaaaaa, harus minyul😀
    i wait for part 5

  3. Michelle / Choi Minhee on said:

    yuri sama minho aja

  4. Yuri Minho
    Donghae gueeeeeee #plakplakplak
    Ditunggu c5 nya~

  5. nayeon~ on said:

    suka kok.. FF nya bagus.. wahh, kasian yuri.. psti dia bimbang.. haha.. lanjut.. ditunggu part 5 nya..

  6. Yonna onnie memang penghancur hubungan orang -____- lanjut onnie🙂

  7. lanjutkan!!
    saiia suka ff.a…
    ditunggu chapter selanjut.a…
    :DD

  8. KwonGieYoon on said:

    Yuri harus ama Minho!
    Harus!!! #maksa😛 #
    Donghae ama Yoona za…..

  9. AuLy Chuby on said:

    ..Akuu sUka ff inni ………Thanks autHorrr….

  10. terserah Donghae ma siapa aja yang jelas Minho harus dan wajib sama Yuri !!!🙂
    langsung ke next chap. !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: