minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

Roma I love her part 5

Roma I love her part 5
sekuel

Genre : romance
Main cast :
Choi minho
Kwon yuri
Lee donghae

minho pov
sudah 1 minggu, aku tidak makan siang dengan Yuri. Apa terjadi sesuatu?. Aku harap tidak.
aku mencoba menekan tombol satu di hape ku.
langsung terhubung. Ya, terhubung pada Yuri.
nada sambung toot…. toot…. toot….
terdengar beberapa kali. Namun tidak ada jawaban dari sambungan telepon itu.
rasa kangenku pada yeoja ini, membuat kepalaku pusing.
Huhhh………
aku mendengus kesal.
“ya…. chagi… kau kemana saja?”

Yuri pov
Sudah pukul 9 malam. Dan aku baru pulang ke apartemenku. ini melelahkan.
Aku baru ingat, handphone ku tertinggal di apartemen.
segera aku membuka laci kerjaku di kamar.
aku menemukan sebuah benda segi empat, touchscreen, dan berwarna silver terletak disana.
aku sentuh sedikit.
layarnya terang, dan aku dapat membaca tulisan
“48 panggilan tak terjawab”
cukup terkaget,
ditambah lagi
“7 pesan masuk”
“OMONA!!! apa aku melewatkan sesuatu yang penting?”
aku mengecek semua panggilan itu.
2 dari Umma, 1 dari Nicole, dan 45 dari…. Minho.
aku yakin minho sedang resah atau mungkin kesal, karena aku tidak mengangkat teleponnya.
sekarang aku beralih pada pesan-pesan yang masuk.
6 pesan dari Minho. Ia menanyakan kabarku dan keberadaanku.
tampak sekali kecemasan dari tiap-tiap tulisannya.
aku merasa bersalah,
namun sedikit kegembiraan terbesit di benakku.
dia merindukanku. begitu juga aku.
tanpa berpikir lagi.
aku menekan tombol satu di hape ku.
“toot….. yuri! akhirnya kau menelponku”
aku kaget jawaban dari Ujung sana yang begitu cepat.
aku tersenyum kecil. Lalu mulai menjawab.
“minho ah….. mian, tadi handphoneku ketinggalan di rumah. Aku lupa membawanya ke lombard metropolis”
aku terdiam sejenak.
namja di ujung telepon sana, terdengar menghela napasnya.
lalu suaranya mendesah
“neage noumu noumu noumu bogoshippo”
aku tersenyum mendengar ucapannya itu.
“Ya!!! sudah seminggu, kau kita tidak bertemu.
kau Cuma mau bilang itu?”
aku mendengus kesal, berharap dia akan mengelas manja.
dan aku dapatkan itu.
“chagi…… besok kita ketemuan ya?
aku tidak mau dengar tidak.
hum? hum?”
aku yakin dia sedang menunjukkan ekspresi aigyo sekarang.
“ne….. dimana?”
“haah… humm, bagaimana jika di Restoran Tradisional Italia di depan menara Pisa.
kita pernah kesana kan?”
dari nadanya, namja itu terlihat begitu bersemangat.
“arasho… jam makan siang ya”
beberapa saat kemudian, hubungan telepon kami berakhir.
aku, mendesah sejenak. bagaimana aku tidak tau restoran itu.
aku menghadiahkan jam tangan padanya di restoran itu.
##
sejenak aku mengantuk. Tangan kananku menutupi mulutku yang menguap beberapa kali.
ku rebahkan tubuhku, di kasur empuk bersprai putih itu.
mataku kututup perlahan,
beberapa detik saja, mataku terbuka kembali.
aku ingat sesuatu. Ku raih handphone silver di atas meja.
ku buka inbox.
satu pesan belum kubaca.
mataku terbelalak membacanya.
aku segera menyambar jacket hitam tipis di atas kursi dan memakai sandal hitam di sudut pintu masuk.
aku berjalan secepat mungkin.
hanya berjalan cepat, tidak berlari.
“bagaimana bisa, donghae ssi menunggu disana”
aku bergumam kesal.
donghae mengirimku pesan, yang mengatakan dia ingin bertemu denganku di taman depan apartemenku.
dia tidak akan pulang sebelum aku menemuinya.
aku yakin dia akan melakaukan hal itu jika aku tak datang.
aku tahu hal itu.
hal seperti ini, pernah terjadi saat masa-masa kami bersama dulu.
Aku pernah marah padanya karena salah paham dengan salah seorang teman wanitanya.
Dia menunggu dibawah lampu jalan di depan rumahku dari siang hingga jam 11 malam.
dan aku yakin, ia akan melakukan hal yang sama kali ini.
##
langkah kaki ku terhenti setelah berada beberapa langkah di depan seorang namja yang memakai dalaman kaos putih dan cardigan hitam diluarnya itu.
Terlihat agak lelah,
“sudah sejak pukul 4 sore tadi aku disini”
senyum hambar keluar dari bibirnya.
“mianhe, handphone ku tertinggal di apartemen. Dari tadi pagi”
aku tak berani menatap matanya saat bicara.
aku yakin, tatapannya sekarang berusaha meluluhkanku.
“duduklah”
dia melirik pada bangku taman sejenak.
setelah berpikir sesaat,
tidak ada salahnya jika aku duduk disana sejenak.
“kau mau apa?”
ucapku agak ketus.
senyumnya mengembang. Sekilas aku melihatnya.
“aniyo… aku hanya kangen padamu.
bagaimana kabarmu?”
aku meliriknya agak kaget.
ia menungguku hingga semalam ini, hanya karena merindukanku.
“baik. Kau sendiri?”
“aku baik. Kau sibuk sekali ya beberapa hari terakhir ini?.
Minho sering cerita, kalau kalian jarang bertemu”
Minho??
apa namjachinguku cerita semua tentangku pada donghae ssi?
tentu saja, minho sudah menganggapnya sebagai saudara kandung.
“yuri?”
“oh…. ne, aku sibuk”
jawaban yang singkat dariku.
“Yoona, bagaimana? kabarnya…… Donghae ssi?”
tiba-tiba pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutku denagn sedikit terbata.
Donghae terengah sejenak.
“oh…. Entahlah, bisa disebut, aku kabur darinya sekarang.
kau tahu kan, aku tak pernah mencintainya.
aku hanya………. hanya mencintaimu”
“aku tahu unjung-ujungnya akan seperti ini.
setiap kita bertemu, kau selalu bicara soal ini.”
aku melirik jam tanganku.
“sudah malam, aku harus masuk. annnyeong!”
aku membalikkan badanku dan melangkah menuju apartemenku.
“Yuri!, aku sadar sesuatu hari ini…
kau…. tidak memanggilku Oppa lagi”
langkah kaki ku terhenti. Aku juga baru menyadarinya.
Sikap ku padanya sudah tak seperti dulu lagi.
aku berubah padanya.
“aku berubah padamu, Donghae ssi.
dan… perasaanku juga berubah”
ucapku tegas, membelakanginya.
aku kembali melangkahkan kaki menuju apartemenku.
aku Sadar Donghae masih berdiri di tempatnya dan menatapku.
tapi, aku tetap melangkah lantang memasuki apartemen.
mianheyo….. Oppa, aku tidak bisa menyimpan perasaan lagi untukmu.
karena, sulit untuk menyimpannya.
dan… karena dihati ku ini, sudah mulai dikuasai oleh cinta dari Choi Minho.
##
”Yuri! disini!”
ku lihat Minho melambaikan tangannya seolah memberi tanda padaku untuk menuju ke arahnya.
“minho, kau memilih meja yang sama dengan yang dulu”
aku meletakkan tasku di bangku kosong disamping kursiku.
“meja ini sangat bagus dari pada yang lainnya.
kau lihat, kita bisa melihat menara Pisa dari sini dengan jelas.
sangat indah bukan?”
minho melirik ke arah menara condong itu.
“ne….. aku suka itu”
aku tersenyum lebar, saat menatap wajah namja di hadapanku saat ini.
kemudian, dia juga menatapku.
“apa? kenapa kau menatapku begitu?”
Mata bulat Minho tiba-tiba menyipit.
“hehhe…. aniyo….
aku, hanya kangen padamu”
aku memanyunkan bibirku.
aku memang merindukan namja itu.
“jadi kau kangen?”
ohh…. ucapnya cuek.
“ya!!! kau! kenapa ekspresinya kayak gitu?. Gak kangen sama aku?”
aku merasa kesal, melihat sikap cueknya.
“gak…. biasa aja”
ia mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
“ih… menyebalkan”
gumamku cetus.
“yuri…”
panggilnya.
“mwo?” jawabku, tanpa melihat padanya.
“ada sesuatu di dagumu”
“mwo? mana mana?”
aku cemas, dengan apa yang di ucapkan Minho. Aku berusaha, mencari tisu.
“sini aku bersihkan”
Chu………….
mataku terbelalak.
namja itu mencium bibirku di depan orang ramai.
beberapa detik kemudian.
“hahahh……. yuhuuu”
dia terlihat seperti orang yang menangkan sesuatu.
“chagi!!! saranghaeyo! I Love You”
ucapnya dalam bahasa Inggris.
“chagi!… aku malu tau”
aku berusaha menutupi wajahku dengan daftar menu.
beberapa Orang tua di meja sudut tertawa melihat kelakuan minho.
“kalau tidak dengan cara ini. kau pasti menolak aku cium”
ucapnya kemudian sambil menggenggam tanganku.
“tapi…. itu karena waktunya tidak tepat.
dan… hhhahhh…. kau genit sekali!”
aku merasa sedikit kesal.
tapi, rayuan minho selalu meluluhkanku. Sehingga kekesalan itu tak bertahan lama.
##
author pov
“kita mau kemana?”
Yuri menatap Minho penuh tanya.
“hum.. aku sudah punya tujuan. Bagaimana kalau kita melihat “agrigento”…?”
“agrigento?”
“ne chagi…. jangan bilang kau tidak tau?
yuri sayang…… kau sudah jadi orang Italia dan lama tinggal disini, kenapa tidak tau festival itu?”
Yuri Tampak berpikir sejenak,
dia tidak pernah memikirkan untuk berwisata di Kota ini.
tujuannya kesini hanya untuk bekerja menghabiskan waktunya dan tentu saja untuk melupakan Donghae….
“chagi? jangan melamun begini”
Minho menggenggam tangan Yuri tiba-tiba.
“ayo… ikut aku dulu, di jalan aku jelaskan”
“umm… ne chagi”
Yuri tersenyum manis, atas perlakuan manis dari namjachingunya itu.
“kita jalan kaki ya, biar lebih romantis”
minho menyikut manja lengan Yuri.
“terserah kau saja. Tapi, kalau aku kecapekan….” tiba-tiba Minho menyela ucapan Yuri
“aku akan menggendongmu”
Mata Yuri menatap Minho sejenak.
“kau selalu begini”
Yuri menepuk bahu Minho gemas.
“kau juga selalu begini…”
mereka tertawa bersama.
##
“jadi….saat Agrigento itu, ada tarian dan lagu rakyat? waah…”
Yuri mengerjap ngerjap membanyangkannya.
“dan juga Kembang api, Yuri ah”
Minho mengacak-acak rambut Yuri sambil tertawa.
“ne…. arasho…”
Yuri terlihat senang
##
mereka sampai di tempat penyelenggaraan festival Agrigento itu.
tarian-tarian rakyat, dan nyanyian-nyanyian tradisional disana.
“daebak!” Yuri menatap Minho.
“Minho gomawoyo…”
Chuu….
sebuah ciuman di dahi Yuri dari Choi Minho.
Muka mereka tiba-tiba memerah seketika.
“ehem…” Minho mengalihkan pandangannya ke sekitar.
berusaha menghilangkan rasa malunya barusan.
begitu juga dengan Yuri.
tapi, entah kenapa Yuri merasa tidak enak.
“entah perasaanku, atau apa, sepertinya ada yang memperhatikanku.
tapi… tidak ada siapa-siapa…. ah mungkin Cuma perasaanku”
gumam Yuri dalam hatinya.
##
sudah malam, sekitar pukul 7 malam Yuri dan Minho masih berkeliling
di festival Agrigento itu. Orang-orang yang mengikuti festival Agrigento, masih ramai disana.
tiba-tiba beberapa suara menciut membuat pandangan Minho dan Yuri serta semua orang disana teralihkan
“lihat! kembang api!”
minho menunjuk kembang api yang terlihat di langit.
“arumdaum kembang api….
indah…”
sekarang Minho dan Yuri duduk di atas Rumput yang di potong pendek di taman sekitar festival Agrigento.
Yuri menyandarkan kepalanya ke bahu Minho.
namja itu, kaget sejenak, namun senyuman lebar keluar dari bibirnya.
“kau suka malam ini?”
“tentu…. gomawo chagiya”
Minho memeluk Yuri hangat.
“entah kenapa, aku ingin waktu berhenti…..
aku ingin selalu begini. dalam pelukanmu”
Yuri berkata pelan, namun jelas.
“nado….. Yuri, saranghaeyo…. yongwonhi”
minho melepaskan pelukannya.
ia mendekatkan wajahnya ke arah Yuri. Yuri memejamkan matanya seolah paham apa yang akan dilakukan namja itu,
Wajah Minho, semakin dekat.
sekarang Yuri dapat merasakan Hembusan lembut napas Minho.
“Minho? kau kah itu?”
suara dari belakang mereka tiba-tiba memecah suasana….
Minho dan Yuri membuka mata mereka dan segera menjauhkan wajah mereka.
salah tingkah, begitulah sikap Yuri dan Minho saat ini.
“kalian sedang apa?”
langkah kaki mendekati posisi duduk Minho dan Yuri.
“donghae hyung…. kau sedang apa disini?”
Minho yang menyadari suara itu adalah suara Donghae segera berdiri dan Menyapa namja itu.
“aku sedang menonton festival Agrigento, kebetulan sekarang sedang ada kembang api makanya aku mencari tempat yang enak buat menonton kembang api itu.
dan…. ternyata ada kalian juga disini”
jelas donghae.
“oh ya… kau belum jawab pertanyaanku, sedang apa kalian?”
Yuri dan Minho masih salah tingkah,
namun dengan cepat Minho menjawab
“kami juga sedang melihat kembang api. Bagus sekali, kembang apinya”
“oh ne…. tentu saja, festival Agrigento ini sangat menyenangkan”
ucap Donghae dengan senyuman melebar di bibirnya.
“kau bawa kamera? apa saja yang kau potret? boleh aku lihat?”
Minho menatap Kamera Yang di pegang Donghae.
“ah…. jangan!!! maksudku, tidak ada apa-apa”
ucap Donghae agak gugup
##
Donghae Pov
aku melihat hasil potretku di bangku taman.
hampir di setiap Foto, ada foto seorang yeoja berambut panjang cantik.
“yuri….. kau cantik sekali, selalu cantik”
aku menatap foto Yuri yang sedang tersenyum dan kadang-kadang tertawa di saat festival.
tiba-tiba aku mendengar sebuah suara yang ku kenal.
suara Yuri.
ku lihat lebih jelas ke arah depan, ternyata aku benar.
itu Yuri dan Minho, yang sedang….
oh, apa yang akan mereka lakukan,
berciuman?
aku berjalan cepat ke arah mereka.
“Minho? kau kah itu?”
kalian sedang apa?”

TBC
ini dia lanjutannya…..
ditunggu, like, ama koment serta Kritik dan saran dari reader sekalian…
gomawo…
^_^

Single Post Navigation

9 thoughts on “Roma I love her part 5

  1. Michelle / Choi Minhee on said:

    ihh donghae annoying banget sih
    ganggu minyul moment aja

  2. nayeon~ on said:

    yahh.. donghae gangguin minho ama yuri tuh.. hahaha.. tp FF nya ttp seru.. lanjut ya..

  3. yang 6 nya mana chingu???

  4. Aduh..lanjutin donk! ! seruu😀

  5. Donhae datang disaat yang tidak tepat !
    akku pikir itu tadi krystal !
    hehehe🙂
    next part !

  6. hem… donghae ggangu aja…
    minyul dlnjut ya……
    hehe……

  7. ditunggu yang selanjutnyaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: