minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

So Into You

So Into You
OneShoot

genre : romance, sad, tragedi
Cast
Kwon Yuri
Choi Minho
Leeteuk


Author pov
Dari tadi Yuri selalu memandangi layar ponselnya. Dia menunggu, menunggu panggilan dari Minho namjachingunya. Sudah tiga hari Minho tidak menghubunginya.
“apa Minho baik-baik saja…?
Ya tuhan, handphonenya tidak aktif.
Apa…. terjadi sesuatu dengan ujian masuk Universitasnya?”
Yuri tampak bergulat sendiri dengan pikirannya.
langkah mondar – mandir. Garukan kepala, yang membuat rambutnya tampak sedikit kacau. Serta Gigitan di bibirnya.
Menjelaskan perasaan Yuri yang sedang cemas.
karena Namja itu, Choi Minho.
Minho pov
Ini menyakitkan, aku benar-benar tidak berguna.
dulu sebelum umma meninggal, ia ingin aku masuk Fakultas kedokteran.
tentu saja, Taeyeon umma ingin aku menjadi dokter sepertinya.
namun aku mengecewakannya.
Aku harus dirawat dirumah sakit karena Penyakit Jantungku kumat lagi.
Aku memang tidak berguna.

beberapa saat kemudian, aku menatap ponselku yang berada di atas meja.
Sejak di rumah sakit ponsel ku non aktifkan, aku tidak mau bicara dengan siapapun, sekalipun itu yuri.
“Yuri, mianhe…….. aku adalah lelaki yang tak berguna”
gumamku sedih,
dulu biasanya Yuri selalu memberiku semangat dan selalu meyakinkanku bahwa aku bisa masuk Fakultas kedokteran.
Setiap hari…………
lagi-lagi aku merasa bersalah, aku akan mengecewakannya.
aku merasa diriku ini,
ah…. aku lelaki yang tidak berguna.
mungkin yuri akan mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dariku diluar sana.

Author pov
Yuri yang duduk lesu di kamarnya. tiba-tiba dikagetkan oleh nada dering handphonenya.
Panggilan yang dari tadi ia tunggu,
“Choi Minho”
betapa leganya hati Yeoja itu.
“ya. Minho kau baik-baik saja? kenapa tidak menghubungiku?”
Tanya Yuri tergesa-gesa.
“Handphoneku, kemarin sedikit rusak. Makanya baru bisa menghubungimu”
ucap Minho agak lesu.
“Minho waeyo? apa terjadi sesuatu?”
Yuri cemas saat mendengar suara Minho yang tidak seperti biasanya.
“Ani”
Minho hanya menjawab singkat.
“hum….maksudku sebenarnya. Itu… masalah, ah bukan masalah, tapi….
bagaimana hasil Ujianmu?”
Yuri ragu untuk bertanya tentang ini, tapi rasa penasarannya tak bisa dibendung lagi.
“aku lulus, tapi…”
Minho mulai berkata ragu.
“waeyo? tapi apa?”
tanya Yuri segera
“Tapi…. aku tidak akan masuk Unversitas di Seoul. Tapi, Di Columbia”
ucap Minho enteng.
“Mwo???????”
Yuri terlihat shock mendengarnya. Ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
“waeyo?”
ucap Minho cuek.
“A… a… aniyo…. Chukkae Chagi”
Yuri hanya bisa mengusap dada, ia tidak menyangka Minho akan mengambil pilihan yang ini.
Apa itu artinya, Minho akan meninggalkannya?
Tanda tanya itu masih berlari-lari di otaknya.
***
“Chagi? apa kau sibuk? bagaimana kalau kita makan siang bersama?
aku yang akan masak. kita makan di taman bagaimana?”
Yuri dengan semangat mengajak Minho makan di taman, seperti yang sering mereka lakukan dulu.
“oh…. aku sibuk changi. Aku harus menemani Appa ke Rumah Ajushiku di Busan”
Minho menutup teleponnya, sebelum Yuri sempat berkata apa-apa.
“YA!… Chagi, kau ini…
kenapa menutup telepon seenaknya saja?
dia tidak pernah begini”
tiba-tiba sebuah perasaan memasuki otak Yuri.
“ya, dia tidak pernah begini. Tadi, minho juga tidak meminta maaf sedikitpun.
ah… dan akhir-akhir ini, Minho mana pernah menelponku?
dia juga tidak pernah menanyakan kabarku.
kenapa Minho jadi berubah begini padaku?”
Gumam Yuri dalam hatinya.
Ia melirik wallpaper handphonenya. Foto Minho dan Yuri saat di taman.
Yuri sangat merindukan saat-saat itu.
***
“appa….. aku sudah memutuskan untuk pindah ke Columbia, ke Tempat Changmin Ajusshi.
Aku mau memulai semuanya dari awal disana”
ucap Minho saat makan malam dengan Leeteuk.
“ Kau yakin?”
hanya itu yang dapat di ucapkan Leeteuk pada anak semata wayangnya itu.
Leeteuk mengerti sekali keadaan Minho saat ini.
Penyakitnya sudah parah, mungkin saja di Columbia Changmin bisa membantu perawatan Minho disana.
“Ne… kalau Appa mengizinkan, Empat hari lagi aku berangkat”
Minho tampak semakin yakin dengan keputusannya.
“aku tak masalah…. tapi, bagaimana dengan Yuri?”
ucap Leeteuk hati-hati.
“dia sudah tau, lagi pula aku tak bisa bersamanya lebih lama lagi. Penyakitku….
appa tau sendirikan”
lontar Minho.
***
Minho Pov
keputusanku ini, sudah bulat.
meski aku harus siap nantinya, hidup tanpa Yuri.
Aku Bimbang aku akan bisa.
tapi, ini harus…… aku tak mau lebih menyakitinya dengan penyakitku.
masa depannya panjang, dan banyak lelaki diluar sana yang lebih dari aku yang menyukainya.

handphone berdering, dari Yuri.
aku tak ingin mengangkatnya.
meski sebenarnya telingaku ini sudah rindu pada suaranya.
deringan itu pun berhenti, namun deringan selanjutnya datang.
itu, hanya pesan.
aku memberanikan diri untuk menbaca pesan dari Yuri itu.
“aku menunggumu di Taman biasa.
Aku akan menunggumu disini, sampai kau datang”
sebuah pesan dari Yuri.
Ingin rasanya kakiku ini untuk berlari secepat kilat menuju taman, untuk menemui Yuri yang sangat kurindukan.
tapi, tidak!!!
aku tidak boleh melakukannya. Aku harus menghindarinya.
dan, membuatnya membenciku.
Jam 1 malam, aku terbangun. Suara petir telah membangunkanku.
aku duduk di kasurku, sambil mengingat memori indah yang sulit untuk kulupakan.
Yuri sangat takut petir. Dulu dia pernah memelukku semala berjam-jam hingga hujan dan petir berhenti saat kami mengikuti acara kemah bakti saat SMA.
Sejak itu, kami menjadi dekat dan menjalin hubungan.
senyum kecil melintas di wajahku, mengingat hal itu.

kini aku menatap keluar jendela, hujan masih lebat diselingini petir yang sangat besar.
aku yakin Yuri saat ini, ketakutan di kamarnya.
Biasanya aku menenangkannya saat-saat seperti ini.

“ahhh… celaka! apakah?”
tiba-tiba aku teringat sesuatu, Yuri tadi bilang “aku menunggumu di Taman biasa.
Aku akan menunggumu disini, sampai kau datang”
apa dia masih di taman?.
ah… tidak mungkin.
aku segera menghilangkan perasaan yang tidak-tidak itu.
aku mengambil selimut, dan membungkus tubuhku di dalamnya.
beberapa saat,,,,
“ah… Yuri, dia tidak mungkin”
Aku berubah pikiran dengan cepat,
aku berlari menuju Pintu dan mencari kunci rumah untuk membukanya.
dengan secepat mungkin aku berlari menuju taman.
“astaga!!!!!! apa yang dia lakukan?”
aku mendapati seorang yeoja duduk dengan memeluk kedua lututnya di bawah Pohon taman.
sekujur tubuhnya basah kuyup.
“YURI…….!!!!!!!!!!!”
Segera aku berlari menghampirinya.
sekarang semakin jelas, tangannya mengepal kedinginan karena hujan lebat. dan bibirnya telah memutih pucat karena kedinginan.
“Minho…. kau datang, aku membuat Kue ini untukmu”
Yuri membuka bungkusan di sampingnya yang juga sudah basah.
“ini… aku yang membuatnya”
Yuri menyodorkan kue itu padaku.
Kue dengan krim putih susu, dan tulisan “saengil chukkae Choi Minho My love” di atasnya dengan krim merah muda.
“saengil chukkae My love”
Yuri masih menyempatkan tersenyum tulus di saat-saat ini.
tanpa sedikitpun beban.
“apa apaan ini? ini sudah malam, jam 1 malam. lihat hujan lebat begini.”
ingin rasanya aku menangis. Yeoja ini, benar-benar……… membuatku merasa bersalah.
sikapnya yang terlalu polos. ah…
Yuri, kenapa kau mencintai namja seperti aku?
aku yang tak berguna ini?

“sudah aku bilang kan, Aku akan menunggumu disini, sampai kau datang.
dan sekarang kau datang. Gomawoyo chagi”
Yuri masih dengan senyumnya yang sama.
“dasar bodoh! kenapa kau melakukan ini?”
aku tak mengerti jalan pikiran Yuri.
apa yang dia pikirkan, hingga mau menyiksa dirinya demi menungguku datang.
“kau tanya kenapa?
karena aku MAU melakukan ini.
karena aku MENCINTAIMU!”
Yuri meneteskan air matanya. aku sadar sekarang dia kecewa.
“aku…. aku… aku tidak mencintaimu!”
ucapku, dengan ragu-ragu.
Kue yang dia pegang pun jatuh tiba-tiba.
“mwo? apa kau bilang?”
yuri tampaknya kaget mendengar ucapanku.
“AKU TIDAK MENCINTAIMU KWON YURI!”
aku mengulanginya untuk kedua kalinya.
dan sekarang jelas, dia menangis sejadi-jadinya.
“kau bohong!”
ucap Yuri masih tidak percaya.
“aniyo!. aku serius, sudah lupakan aku.
aku akan pergi ke Columbia dan semuanya berakhir”
ucapku enteng,
walaupun sebenarnya sulit sekali lidah ini untuk mengatakannya.
“kau jahat!, bagaimana kau bisa menyuruhku untuk melupakanmu.
kau jahat! kau jahat!”
Yuri berlari sejauh mungkin.
aku hanya bisa menghela napas.
ingin rasanya aku berlari mengejar Yuri, namun tidak bisa.
aku tidak boleh mengejarnya.
“AAAAAAAAAAA”
aku berteriak kencang, dengan emosiku.
“Yuri mianhe”
air mataku menetes. Aku benar-benar merasa bersalah.
saat aku menyakiti hati Yuri, hatiku akan terasa lebih sakit dari itu.
***
Author Pov
“Minho, aku mendapat telepon dari Tiffany ssi”
Leeteuk menatap Minho tegang.
“mwo? untuk apa Ummanya Yuri menelpon?”
Minho agak heran, tidak pernah sebelumnya Tiffany menghubunginya.
“Yuri telah mendahului kita. Dia ditabrak truk semalam di dekat Taman Kota. Dia tidak dapat diselamatkan”
ucap leeteuk hati-hati.
“MWO…?”
ini tidak mungkin.
tiba-tiba saja pandanganku buram. Dadaku sesak.
Aku tak bisa bernapas lagi.
Ini sakit, sangat sakit.
saat aku menyakiti hati Yuri, hatiku akan terasa lebih sakit dari itu.
R.I.P Kwon Yuri
R.I.P Choi Minho
The End
Sad ending……Author udah kangen ama yang sad sad gini……..
Komen, kritik, saran, ditunggu ya!!!!
gag bayar kok kalo komen.

Single Post Navigation

16 thoughts on “So Into You

  1. kyaaa….
    minyul meninggal bersama *apadeh…
    sukasuka…😀

  2. Michelle / Choi Minhee on said:

    hiks sedih banget jadi yuri
    tapi minyul ttp bersama sampai mati u,u

  3. Onnie serius aku nagis!!! Daebak.

  4. annyeong dila imnida 13 y.o
    new reader disini🙂

    adoh thor , sedih amat ceritanya *nangis guling2 #sarap
    kkeke minyul jjang ^^

  5. Ah angst~
    Sad ending terkadang bisa keren kalo dijabarin dengan baik
    Aaaah, greget deh sumpah, aaah minyul berasa dimana-mana, real~

  6. hhuuaaaa minyul meninggal….
    semoga bahagia di alam sana😥

  7. Sedih banget ceritanya………………
    Walaupun gitu tapi tetep MinYul forever

  8. Sedih bgt….. Tapi jarang jarang aku nemuin Sad ending yg keren kayak gini…
    Pokoknya MinYul couple Is the Best

  9. Ya ampun sedih banget ceritanya….. airmata ku keluar terus gak mau berhenti. Author tanggung jawab .😦
    Tapi so sweet banget bagus …..

  10. Mutia MinYul shipper on said:

    Mianhae telat baca.. Hiks..hiks..hiks sedihh .. Keren bgtt ffnya.

  11. Im Gyuna on said:

    aaa sedih bgt ..
    sampe pengen nangis ..

    keren ..
    MinYul Forever

  12. “minho jahat!” hehehe bercanda, meninggal dua2nya HUAA! #nangis darah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: