minhoyuri

Mutiara Syaflina's Blog

(Renungan) Surga dan Kebahagiaan yang Abadi

Surga dan Kebahagiaan yang Abadi

Image

Dengan penuh kesadaran, aku menulis ini. Dengan penuh tanda tanya, aku menulis ini. Dengan jemari yang penuh keraguan, aku menulis ini. Terlintas di benakku, seperti apakah surga itu? Seperti apakah hidup dalam keabadian itu? Indah? Atau…. pertanyaan seperti itulah yang selalu mengusik benakku. Al Quran pun memberikan jawabannya. Surah Al-Baqarah ayat 25

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya

Tak satu ataupun dua orang saja dan tak satu ataupun dua buku saja yang telah memberi gambaran tentang keindahan dunia keabadian yang diminati seluruh umat manusia di bumi tersebut, namun banyak. Sungguh banyak sekali. Dan Al Quran yang suci itu, telah memberi petunjuknya mengenai surga. Kedamaian, kebahagiaan, dan keabadian. Semua kesempurnaan yang didambakan manusia.

Iman dan amal sholeh lah yang akan menjadi kunci dari pintu surga itu. Bukan kejahatan, bukan kedengkian, bukan kesombongan, ataupun kebohongan, tetapi hati yang suci dan segenggam kebaikan tanpa cela lah yang akan mengantarkanmu ke surga sana.

Surah Al-Hajj ayat 22

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera

Banyak manusia yang berbuat kebaikan, namun tak sedikit pula dari mereka yang berbuat sebaliknya. Aku sering mendengar kalimat, “ manusia tak luput dari dosa”. Dan mungkin itulah kenyataannya. Namun satu hal yang pasti, kebaikan tak akan pernah hilang. Ini hanya sekedar opiniku saja, bahwa setiap orang yang terlahir di muka bumi ini terlahir suci dan memiliki kebaikan di dirinya. Walau seiring berjalannya waktu, kebaikan pada diri setiap orang itu tak akan pernah hilang. Hanya terkadang, kebaikan itu ternodai oleh dosa pada sebagian mereka.

Jujur saja, aku tak berani memberi label “orang jahat”, “orang berdosa”, sekalipun “orang baik” pada seseorang. Bukan karena apa-apa. Aku hanya merasa tak pantas melabeli diri mereka yang jauh lebih mengenal dirinya sendiri dibanding orang luar seperti aku. Hal ini dimulai saat aku mulai memiliki sebuah pemikiran. Apakah label orang jahat diberikan pada seseorang yang jahat?. Banyak orang menjawab iya. Tak bisa disalahkan juga, orang-orang yang menjawab iya memberikan jawaban mereka karena mereka melihat suatu sisi pada diri orang itu yang menurut mereka jahat. Namun menurutku mereka lupa, bagaimana sisi lainnya?. Sungguh tak ada yang tau mengenai diri seseorang kecuali dirinya dan Tuhan. Ah… aku sudahi saja pemikiranku ini. Aku rasa anda mengkin akan menganggapku gila jika aku lanjutkan.

Dan akhirnya, dengan penuh kesadaran aku memutuskan untuk berhenti menulis sampai disini….

Single Post Navigation

One thought on “(Renungan) Surga dan Kebahagiaan yang Abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: